Digitalpreneurhub.id – Menjadi digitalpreneur di era sekarang bukan lagi sekadar pilihan karier, melainkan kebutuhan bagi mereka yang ingin memiliki kebebasan finansial dan waktu. Tapi pertanyaannya: apa yang membedakan digitalpreneur sukses dengan yang biasa-biasa saja? Jawabannya ada pada mindset.
Di Indonesia, gelombang ekonomi digital sedang berkembang pesat, dan di dalamnya muncul tren baru para wirausaha yang mengubah bakat serta ide kreatif mereka menjadi bisnis menguntungkan . Fenomena ini tidak hanya menjadi pilihan karier, tetapi juga gaya hidup bagi generasi muda.
Artikel ini akan membahas tuntas cara membangun mindset digitalpreneur, lengkap dengan inspirasi dari para pengusaha digital Indonesia yang sukses membangun bisnis dari nol.
Apa Itu Digitalpreneur?
Digitalpreneur adalah wirausaha yang menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai tulang punggung operasional. Berbeda dengan pengusaha konvensional, digitalpreneur mengandalkan platform online, media sosial, dan otomatisasi untuk menjangkau pasar lebih luas dengan biaya lebih efisien.
Menurut data terbaru, potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$110 miliar pada 2025, membuka peluang besar bagi siapa saja yang siap mengambil peran sebagai pelaku ekonomi kreatif .
5 Mindset Utama yang Harus Dimiliki Digitalpreneur Pemula
1. Keberanian Mengambil Risiko
Jessica Lin, Co-Founder Deca Group dan masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 pada tahun 2021, membagikan pengalaman berharganya saat memulai bisnis skincare. Ia mengaku menghabiskan semua tabungan untuk mewujudkan mimpinya.
“Saya habiskan semua tabungan untuk memulai bisnis skincare. Timing dan konsistensi adalah kunci,” ujar Jessica dalam acara Digitalpreneur Talks 2025 di Jakarta .
Pesan dari Jessica jelas: tanpa keberanian mengambil risiko, bisnis tidak akan pernah dimulai. Tentu risiko harus diperhitungkan, tapi jangan biarkan ketakutan menghentikan langkah pertama Anda.
2. Fokus pada Engagement, Bukan Sekadar Follower
Jehian Sijabat, CEO Mantappu Corp yang juga masuk Forbes 30 Under 30 pada tahun 2021, menekankan pentingnya strategi konten dan interaksi dengan audiens. Menurutnya, engagement adalah kunci utama di industri digital.
“Engagement adalah kunci. Baik di depan atau belakang layar, peluang di industri digital terbuka lebar,” tegas Jehian .
Banyak digitalpreneur pemula terjebak pada keinginan mengejar jumlah followers. Padahal, yang lebih penting adalah seberapa banyak interaksi nyata yang terjadi dengan audiens. 1.000 pengikut yang aktif jauh lebih berharga daripada 10.000 pengikut pasif.
3. Konsistensi dan Kemampuan Membaca Tren
Dann Risky, praktisi digital marketing, menambahkan bahwa konsistensi juga kunci di era kompetitif ini. Tanpa konsistensi, akan sulit bersaing dengan ribuan digitalpreneur lain yang juga berlomba merebut perhatian pasar.
Selain itu, kemampuan membaca tren—baik di media sosial maupun produk—sangat penting agar tidak stuck di tempat. Gabungkan kreativitas, konsistensi, dan kepekaan terhadap tren untuk meraih kesuksesan .
Tips praktis membaca tren:
-
Pantau fitur trending di TikTok dan Instagram setiap hari
-
Gunakan Google Trends untuk melihat kata kunci yang sedang naik
-
Bergabung dengan komunitas digitalpreneur untuk berbagi insight
-
Analisis kompetitor yang sudah sukses di niche yang sama
4. Bangun Personal Branding yang Kuat
Randy Martin, Aktor sekaligus CEO The Face dan Founder Remar Parfum, menekankan bahwa kunci membangun bisnis adalah dengan membangun personal branding yang konsisten dan terarah.
Ia menyarankan untuk memulai dengan membuat konten yang relate (relevan), tanpa terlalu terpaku pada algoritma atau jumlah followers. Fokus utama seharusnya pada pembentukan identitas dan karakter yang ingin ditampilkan .
Langkah membangun personal branding:
-
Tentukan niche atau topik utama yang Anda kuasai
-
Konsisten dengan tone of voice dan visual style
-
Tunjukkan sisi autentik, jangan mencoba menjadi orang lain
-
Berikan nilai tambah melalui konten edukatif atau inspiratif
5. Sabar dan Mau Terus Belajar
Randy juga mengingatkan bahwa tantangan utamanya adalah menjaga konsistensi dan bersabar menanti hasil. Sambil menunggu, terus evaluasi apakah konten yang dibuat sesuai dengan kepribadian dan mampu menjangkau audiens dengan baik.
Prinsipnya: jalani dulu prosesnya dengan maksimal, baru lakukan evaluasi jika hasil belum sesuai harapan .
Pentingnya Penguasaan Aspek Bisnis Dasar
Meski menjanjikan, perjalanan menjadi digitalpreneur menghadapi beberapa tantangan. Banyak kreator yang ahli di bidang seni atau konten, tetapi kurang menguasai aspek pemasaran, keuangan, dan perencanaan bisnis .
Oleh karena itu, digitalpreneur pemula harus membekali diri dengan pengetahuan dasar:
-
Manajemen keuangan: Pisahkan uang pribadi dan bisnis, catat setiap transaksi
-
Strategi pemasaran: Pahami dasar-dasar marketing funnel dan customer journey
-
Penentuan harga: Hitung HPP (Harga Pokok Produksi) dengan benar
-
Legalitas usaha: Urus NIB dan sertifikasi jika diperlukan
Program Pengembangan Digitalpreneur di Indonesia
Kabar baiknya, sekarang banyak program yang membantu calon digitalpreneur mengembangkan diri. Beberapa inisiatif yang bisa diikuti:
1. Digitalpreneur Talks oleh IBIKKG
Acara tahunan yang menghadirkan pembicara inspiratif seperti Randy Martin, Jehian Sijabat, dan Jessica Lin. Program ini merupakan bagian dari inisiatif mendorong semangat kewirausahaan digital di kalangan generasi muda .
2. Pelatihan Digitalpreneur oleh Universitas Narotama
Program kolaborasi dengan New Idea Indonesia yang membekali mahasiswa dengan kemampuan adaptif di era digital, mulai dari pembuatan portofolio digital, peningkatan kemampuan public speaking dan self-branding, hingga penguatan rasa percaya diri .
“Mahasiswa tidak hanya mendapat teori, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan,” ujar Chriestine Ayu Ashari, Direktur Kerja Sama Universitas Narotama .
3. PERURI Digital Entrepreneur Academy (PEDIA)
Program pembinaan dari Peruri yang membantu UMKM bertransformasi digital melalui pelatihan pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, dan pemanfaatan teknologi .
“Pendampingan yang berkelanjutan adalah kunci agar peserta UMKM dapat bertransformasi. Kami berharap langkah kecil ini menjadi awal dari lompatan besar menuju masa depan yang lebih berdaya,” ujar Yahdi Lil Ihsan dari Peruri .
Langkah Praktis Memulai Perjalanan Digitalpreneur
Jika Anda ingin memulai perjalanan sebagai digitalpreneur, ikuti langkah-langkah berikut:
-
Temukan Passion dan Pasar: Cari titik temu antara minat pribadi dan kebutuhan pasar . Apa yang Anda sukai dan bisa memberikan solusi bagi orang lain?
-
Mulai dengan Riset Kecil: Pelajari kompetitor, analisis apa yang mereka lakukan baik dan buruk, lalu cari celah yang bisa Anda isi.
-
Bangun Brand yang Kuat: Cerita dan identitas visual yang konsisten akan membantu produk Anda dikenali dan diingat .
-
Kuasa Aspek Bisnis Dasar: Pelajari cara mengatur keuangan, menentukan harga, dan memasarkan produk .
-
Jaringan dan Kolaborasi: Bergabung dengan komunitas dapat membuka peluang belajar dan kerja sama .
-
Jalankan dan Evaluasi: Mulai dengan tindakan kecil, lalu evaluasi secara berkala. Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar.
Kesimpulan
Menjadi digitalpreneur sukses bukan hanya soal menguasai teknologi, tapi terutama soal mindset. Keberanian mengambil risiko, fokus pada engagement, konsistensi, personal branding, dan kesabaran adalah fondasi yang harus dibangun sejak awal.
Seperti pesan Dann Risky: “Gabungkan kreativitas, konsistensi, dan kepekaan terhadap tren untuk meraih kesuksesan” .
Dengan dukungan teknologi dan semangat kolaborasi yang semakin kuat di Indonesia, tidak ada alasan untuk menunda memulai. Yang Anda butuhkan sekarang adalah keberanian untuk memulai—sisanya akan mengikuti seiring perjalanan.
Selamat menjadi digitalpreneur! ***


